image
UN-PAGE
19 February 2024

Inisiasi Lokal Pengurangan Sampah Makanan di Kabupaten Bogor: Aplikasi Ngupahan

Kabupaten Bogor, Indonesia – Menjadi salah satu dari 15 grand finalist saat kompetisi National Youth Ideathon: Better Management of Food Loss and Waste to Support Green and Circular Economy yang diselenggarakan oleh Proyek UN-PAGE melalui UNDP Indonesia bekerjasama dengan Direktorat Lingkungan Hidup-Bappenas, Tim Ngupahan berhasil memukau para dewan juri dengan ide-ide mereka yang menjanjikan dalam pentingnya manajemen pengelolaan limbah/sampah makanan demi mendukung ekonomi hijau, sirkular dan berkelanjutan. Dengan tekad untuk merealisasikan ide mereka ke tahap implementasi, Tim Ngupahan telah memulai langkah-langkah untuk mengembangkan sebuah aplikasi inovatif yang dinamai sesuai dengan nama tim mereka, yaitu Aplikasi Ngupahan.

Aplikasi Ngupahan merupakan sebuah platform edukasi yang memberikan informasi edukatif tentang pengelolaan limbah/sampah makanan serta bagaimana cara serta tips dapat terlibat aktif dalam pengelolaan serta pengurangan sampah makanan. Selain itu aplikasi ini juga diharapkan dapat menghubungkan individu dan bisnis untuk memberikan secara cuma-cuma makanan yang mereka miliki, baik itu makanan yang tersisa atau bahkan makanan yang sudah dipersiapkan namun belum terjual yang masih layak untuk dikonsumsi. Adapun tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan lebih efisien dan mengurangi jumlah makanan yang terbuang secara sia-sia sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau, sirkular dan berkelanjutan. Adapun target pengguna dari aplikasi ini adalah masyarakat Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebagai langkah awal pengembangan Aplikasi Ngupahan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama dengan tim Ngupahan memfasilitasi kegiatan dikusi kelompok terfokus/ Focus Group Discussion (FGD) pada 15 Februari 2024 lalu. Kegiatan FGD ini mengundang berbagai perwakilan dan pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor, diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Distarhonbun), Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Dinas Kesehatan (Dinkes), Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM), dan perwakilan dari Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Gunung Putri serta beberapa kelompok Wanita tani-KWT. Selain itu DKP Kabupaten Bogor juga mengundang perwakilan dari pelaku bisnis, yaitu AEON Mall, Lotte, Superindo, dan Transmart. UNPAGE Project dan Foodbank of Indonesia sebagai mitra pembangunan juga turut hadir dalam memberikan saran dan masukan teknis saat sesi FGD tersebut. Saat sesi FGD berlangsung, Tim Ngupahan memperkenalkan fitur-fitur utama aplikasi mereka, diantaranya fitur edukasi pengelolaan makanan dan bahan pangan agar lebih tahan lama, fitur untuk berbagi dan menerima makanan dan bahan pangan lainnya, fitur bank komposter, dan fitur e-commerce. Aplikasi Ngupahan ini diperkirakan sudah mulai dapat diuji coba pada bulan Juni di dua kelompok Wanita tani di Kecamatan Cibinong-Kabupaten Bogor. Aplikasi Ngupahan juga diharapkan dapat secara resmi diluncurkan pada 16 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Aplikasi Ngupahan, sila kunjungi tautan berikut: Aplikasi Ngupahan.