image
ILO Indonesia/Kemenpar
17 October 2025

Kemenpar Indonesia dan Mitra Bersinergi Gelar Pelatihan Pariwisata Hijau di Tiga Desa Wisata di Langkat

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama mitranya, termasuk ILO, memperkuat desa wisata dengan pelatihan pariwisata hijau yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian budaya lokal setempat.

Langkat, Sumatera Utara, Indonesia - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Sustainable Tourism Initiative (STRIVE) serta Pemerintah Kabupaten Langkat bersinergi menyelenggarakan pelatihan “Green Tourism” bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tiga desa wisata yang ada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yaitu Desa Timbang Jaya, Desa Timbang Lawan, dan Desa Bukit Lawang, pada 19-23 Agustus 2025.

"Pariwisata hijau bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan mengelola bisnis yang ramah lingkungan dan keuangan yang teratur, UMKM desa wisata akan mampu bersaing, tumbuh sehat dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar."
Ika Kusuma Permana Sari, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Kementerian Pariwisata, Ika Kusuma Permana Sari, dalam keterangannya di Langkat pada Kamis, 21 Agustus mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat desa wisata berbasis keberlanjutan.

Dalam pelatihan ini, pelaku UMKM desa wisata didorong agar mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip pariwisata hijau atau ramah lingkungan yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal ke dalam pengelolaan usahanya.

Pelatihan ini juga tidak hanya menitikberatkan pada inovasi produk dan layanan yang ramah lingkungan, namun juga membekali literasi keuangan agar usaha dapat berkembang secara sehat dan tangguh.

“Pariwisata hijau bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan mengelola bisnis yang ramah lingkungan dan keuangan yang teratur, UMKM desa wisata akan mampu bersaing, tumbuh sehat dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” kata Ika.

Selanjutnya, program pelatihan akan dilanjutkan dengan pendampingan usaha pasca pelatihan selama satu bulan untuk memastikan penerapan prinsip-prinsip pariwisata hijau dalam kegiatan bisnis peserta.

Pelatihan ini dipandu oleh para fasilitator STRIVE, yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari ILO dan Kementerian Pariwisata. Para fasilitator ini memberikan pendampingan berbasis konteks lokal yang mendorong pelaksanaan pariwisata hijau yang efektif di wilayah Sumatera Utara.

"Model kolaborasi ini diharapkan bisa direplikasi di desa wisata lainnya agar semakin memperkuat ekosistem pariwisata lokal dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya mengenai kesetaraan gender, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab," ujar Ika.

"Pelaku UMKM juga perlu punya semangat agar bisa sejajar dengan yang lain. Ini menjadi peluang besar untuk menjadikan UMKM lebih profesional dan berdaya saing."
H. Syah Afandin, Bupati Langkat  

Bupati Langkat H. Syah Afandin mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Menurut dia, pelatihan ini perlu ditopang dengan dukungan pemasaran agar UMKM desa wisata di Langkat semakin berdaya saing tinggi.

“Pelaku UMKM juga perlu punya semangat agar bisa sejajar dengan yang lain. Ini menjadi peluang besar untuk menjadikan UMKM lebih profesional dan berdaya saing,” ujarnya.

Staf Program ILO Indonesia Dina Novita Sari percaya bahwa penguatan kapasitas UMKM melalui penerapan prinsip pariwisata hijau dengan pendekatan manusia, planet dan keuntungan tidak hanya membuka peluang usaha berkelanjutan, tetapi juga mendorong terciptanya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Untuk itu, kami mendorong kolaborasi multipihak untuk melanjutkan dan mereplikasi praktik baik dari Sertifikasi Pariwisata Hijau bagi UMKM ini di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Dina.

"Bank Indonesia berkomitmen mendukung upaya tersebut lewat penguatan kapasitas UMKM, digitalisasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan."
Rudy Brando Hutabarat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat melihat bahwa literasi keuangan merupakan faktor penting untuk memastikan keberlanjutan usaha. “Bank Indonesia berkomitmen mendukung upaya tersebut lewat penguatan kapasitas UMKM, digitalisasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Rudy.

Langkat sendiri memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata. Sebagai langkah dalam mewujudkannya, UMKM perlu diperkuat melalui literasi keuangan, inovasi, dan praktik bisnis ramah lingkungan. 

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di situs web ILO. Baca artikel asli melalui tautan berikut: Kemenpar Indonesia dan Mitra Bersinergi Gelar Pelatihan Pariwisata Hijau di Tiga Desa Wisata di Langkat