Laporan Studi Susut Pangan dan Sampah Makanan Regional: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali (Hanya Tersedia dalam Bahasa Inggris)
Laporan Studi Food Loss and Waste Regional menyoroti masalah susut pangan dan sampah makanan (FLW) di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, yang berdampak signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan di Indonesia. Studi ini mengungkapkan bahwa Indonesia menghasilkan 115-184 kg FLW per kapita setiap tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari rumah tangga, restoran, dan pasar. Limbah makanan dari konsumsi paling banyak terjadi di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sementara kehilangan produksi bahan pangan terbesar terjadi di Bali, terutama disebabkan oleh pembusukan buah dan praktik budaya. Saat ini, strategi pengelolaan FLW di provinsi-provinsi tersebut terbatas pada pengomposan dan budidaya Black Soldiers Fly, dengan sedikit praktik pemisahan sampah.
Metodologi yang digunakan di dalam studi ini menggabungkan data sekunder seperti Food Balance Sheet dan pengambilan sampel limbah untuk menganalisis FLW di lima tahap rantai pasokan pangan. Laporan ini berisi rekomendasi penyusunan regulasi khusus untuk pengurangan FLW, peningkatan infrastruktur pengelolaan limbah, serta kampanye perubahan perilaku sosial. Integrasi strategi pengurangan FLW ke dalam rencana pembangunan rendah karbon daerah juga disarankan untuk sejalan dengan target nasional dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, yang diatur dalam Nationally Determined Contributions (NDCs) Indonesia. Temuan yang terdapat di dalam laporan ini bertujuan untuk mendukung kebijakan berbasis data untuk pembangunan berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi sirkular.
Silakan unduh dan baca dokumen lengkap di bawah untuk informasi lebih lanjut (Hanya tersedia dalam Bahasa Inggris).
Download