Laporan Dampak Adopsi dan Pengembangan Kendaraan Listrik terhadap Perkembangan Ekonomi Hijau di Indonesia (Hanya Tersedia dalam Bahasa Inggris)
Laporan ini menganalisis dampak adopsi dan pengembangan kendaraan listrik/ electric vehicle (EV) terhadap Indeks Ekonomi Hijau Indonesia (IGEI), dengan menyoroti peran EV dalam mencapai target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. Pemerintah Indonesia telah mengintegrasikan adopsi EV ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Temuan utama menunjukkan bahwa transisi dari transportasi berbasis bahan bakar fosil ke EV dapat secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), mengurangi ketergantungan pada impor minyak, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau. Namun, dampaknya bervariasi tergantung pada skenario yang diterapkan, dengan manfaat tertinggi terlihat ketika EV diproduksi di dalam negeri daripada diimpor. Studi ini menggunakan enam indikator utama dari IGEI untuk menilai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari adopsi EV, yang menunjukkan bahwa produksi EV dalam negeri berkontribusi pada peningkatan PDB, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan penurunan tingkat pengangguran.
Meskipun memiliki potensi manfaat yang besar, tantangan masih ada dalam memastikan implementasi kebijakan yang efektif dan kesiapan infrastruktur. Studi ini menyoroti berbagai hambatan, seperti kurangnya infrastruktur pengisian daya, biaya awal yang tinggi, serta perlunya ekosistem manufaktur EV dalam negeri yang terintegrasi dengan baik. Rekomendasi kebijakan mencakup pemberian insentif yang lebih terarah untuk produksi baterai dan kendaraan, pengurangan ketergantungan pada impor, serta peningkatan infrastruktur terkait EV. Laporan ini juga menyarankan agar kebijakan pemerintah berfokus pada strategi elektrifikasi yang holistik, dengan mengintegrasikan rencana transisi energi yang memprioritaskan sumber energi terbarukan untuk pengisian daya EV. Meskipun adopsi EV saja mungkin tidak secara drastis meningkatkan IGEI, EV tetap menjadi bagian penting dari kerangka ekonomi hijau Indonesia, yang membutuhkan koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi riset untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk laporan yang lebih lengkap, silakan unduh dan baca dokumen di bawah ini (hanya tersedia dalam Bahasa Inggris).
Download